Selasa, 05 Maret 2013
Wah, Animator Indonesia Go International!
Mungkin Loe gak tau tapi banyak banget animator-animator lokal yang sukses ngebuat film-film animasi yang terkenal dan mendunia.
Contohnya seperti nama-nama berikut:
1. Griselda Sastrawinata
Shrek adalah salah satu film produksi dari Hollywood yang melibatkan Griselda Sastrawinata. Doi adalah seorang animator asal Indonesia yang tinggal di California, Amerika dan bekerja untuk studio animasi terkenal Dreamworks. Perusahaan film animasi ini memproduksi berbagai film terkenal seperti Kungfu Panda, Madagascar, dan Monster Aliens.
Selesai SMA di AS, doi melanjutkan ke Art Center College of Design di Pasadena, AS. Selain bekerja di Dreamwork, Griselda juga mengajar ilmu komunikasi visual di kampus almamaternya.
2. Christiawan Lie
Cowo yang biasa di panggil Chris Lie ini adalah salah satu pekerja di balik beberapa film terkenal seperti Transformers 3, GI Joe, hingga yang terbaru Spiderman 4. Dia juga tengah merampungkan beberapa proyek game, seperti Starwars dan Lord of the Rings.
Chris yang sempat mengenyam pendidikan di Solo melanjutkan kuliah di Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Bandung. Lulus kuliah pada 1997 dengan predikat cum laude, doi pun magang pada pemataung ternama Nyoman Nuartadi dan ikut mengerjakan Monumen Garuda Wisnu Kencana.
Rampung kuliah S2 dengan menyabet excelsus laureate–predikat lulusan terbaik universitas untuk jenjang master–Chris Lie pulang ke Tanah Air. Lalu ia mendirikan Caravan Studio di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Dengan mempekerjakan enam komikus dari beberapa daerah, Caravan telah menciptakan puluhan komik. Dari tangannya sendiri tercipta beberapa komik, di antaranya GI Joe, Transformers, dan Dungeons and Dragons Eberron.
3. Andre Surya
Nama Andre muncul di kredit film Iron Man, Star Trek, Terminator Salvation, Transformers: Revenge of the Fallen, dan Iron Man 2, sebagai digital artist. Doi juga terlibat dalam pengerjaan film Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, dan Surrogates.
Karya lainnya, City of Enhasa, juga meraih juara satu di Future World Contest di 3dkingdom.org. Iron Man adalah film pertama yang ia kerjakan. Setelah itu, doi terlibat dalam penggarapan sejumlah judul film seperti Star Trek, Terminator Salvation, Transformers: Revenge of the Fallen, dan Iron Man 2, doi juga ikut menggarap Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, Surrogates, dan Transformers: Revenge of the Fallen.
4. Rini Sugianto
Berawal dari kecintaan terhadap Tintin, Rini Sugianto sukses menembus kancah perfilman Hollywood. Rini, lulusan S2 dari Academy of Arts di San Francisco, California, saat ini bekerja sebagai animator di perusahaan WETA digital di Selandia Baru. Cewek ini ikut menggarap film “The Adventures of Tintin”.
Dalam film ini, Rini bertindak sebagai animator dengan andil paling besar. dia mengerjakan paling banyak adegannya, total ada 70 shot di film Tintin. Saat ini, Rini juga sedang menggarap animasi untuk film lanjutan The Avengers.
5. Marsha Chikita
Chikita adalah animator Film Upin-Ipin. Putri Ikang Fawzi ini memulai karirnya saat ikut program magang di perusahaan di Las Copaque Production yang memproduksi Upin-Ipin.
6. Wirawinata
Lulusan Nanyang Polytechnic (Singapore) dan Art Centre Collage of Design (Passadena/ CA-US) ini awal nya sekedar menyelesaikan film animasi “The Little Red Plane” sebagai final project kelulusan di Art Centre, dan iseng-iseng mengirimkan film mereka ke festival film animasi Internasional.
Diluar dugaan The Litte Red Plane meraih banyak penghargaan seperti medali emas Student Emmy Award dan Dance With Film, Piala Kristal di Festival Film Heartland, serta ditayangkan khusus di Festival Film Cannes.
Kini Wira dengan perusahaan yang didirikannya Shadedbox mulai beralih ke dunia animasi komersial, dengan bekerja sama dengan Cartoon Network, The Gotham Group, Buena Vista Games, Sony Computer Entertainment of America, Microsoft, Midway Games dan Landor. Karya lain yang doi buat seperti pembuatan animasi iklan: Burger King, Toyota Yaris, Air Transport Authority dan FIlm Animasi Desperate Housewives.
7. Pamela Halomoan
Karya Pamela Haloman yang baru 19 tahun dinikmati masyarakat Singapura, Amerika, Inggris dan Turki. Karakter yang doi buat berhasil menarik perhatian banyak pengunjung saat dipamerkan di Singapore Game Toy Comic Convention. Ribuan karakter telah dibuat oleh Pamela, namun salah satu karakter bernama Wolly yang membuat Pamela mendapat cukup perhatian.
Wolly adalah muka seekor babi dengan mata setengah terbuka yang diikuti bentuk badan penggabungan dari beberapa hewan. Pameran pertama Pamela pun dilakukan di Papertoys Exhibition di Turki dan langsung mendapat perhatian dari pihak galeri.
Sumber: VOA, http://www.la-lights.com/wah-animator-indonesia-go-international/
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar